Ia menjelaskan, “Saya mulai mengumpulkan sisa-sisa barang seperti botol, kaleng, dan lain-lain di sekitar lingkungan tempat tinggal. Pada waktu itu saya berhasil menjualnya seharga hampir RM50 (Rp169 ribu) dan menggunakan uang tersebut untuk membeli susu serta makanan anak-anak.”
Pukulan berat terjadi pada 2010 ketika suaminya Che Hassan Mohamed yang merupakan pencari nafkah tunggal meninggal karena kanker tiroid. Rahimah terus mengumpulkan sisa makanan seperti botol, kotak, dan barang-barang lainnya untuk membesarkan ketiga anaknya termasuk untuk menyekolahkan mereka.
Ia bekerja keras walau orang-orang memandang rendah pekerjaannya. Bahkan ia harus berjalan sejauh 30 km sambil mendorong gerobak setiap harinya untuk mengumpulkan barang bekas.