Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Perjuangan Seorang Ibu Jadi Pemulung Demi Sekolahkan Anak-anaknya

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 03 Januari 2020 |22:10 WIB
Kisah Perjuangan Seorang Ibu Jadi Pemulung Demi Sekolahkan Anak-anaknya
Perjuangan ibu jadi pemulung (Foto: Sinar Harian)
A
A
A

Ia menjelaskan, “Saya mulai mengumpulkan sisa-sisa barang seperti botol, kaleng, dan lain-lain di sekitar lingkungan tempat tinggal. Pada waktu itu saya berhasil menjualnya seharga hampir RM50 (Rp169 ribu) dan menggunakan uang tersebut untuk membeli susu serta makanan anak-anak.”

Pukulan berat terjadi pada 2010 ketika suaminya Che Hassan Mohamed yang merupakan pencari nafkah tunggal meninggal karena kanker tiroid. Rahimah terus mengumpulkan sisa makanan seperti botol, kotak, dan barang-barang lainnya untuk membesarkan ketiga anaknya termasuk untuk menyekolahkan mereka.

Ia bekerja keras walau orang-orang memandang rendah pekerjaannya. Bahkan ia harus berjalan sejauh 30 km sambil mendorong gerobak setiap harinya untuk mengumpulkan barang bekas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement