"Karya saya memang berseri, kebetulan yang sekarang ini judulnya resonansi. Mengingat latar belakang saya sebagai seorang arsitek, saya selalu berbicara tentang ruang. Ruang itu cakupannya luas karena juga didukung oleh beberapa elemen penting seperti cahaya," ungkapnya.
Bahan-bahan yang digunakan Rubi untuk membuat karya ini pun terbilang unik. Ia memadukan benang yang telah diatur sesuai dengan ciri khas problem solving ala arsitek, kemudian dikombinasikan lagi dengan penggunaan projector.

Dalam hal ini, projector berfungsi memantulkan cahaya ke arah rangkaian benang-benang tersebut, sehingga membuat tampilannya menjadi lebih sempurna dan 'hidup'.
"Penggunaan tali atau benang itu memang ide saya untuk keluar dari kebiasaan-kebiasaan arsitektur, tetapi pemikiran dan problem solvingnya masih sama. Dan karya tiga dimensi seperti ini cukup menarik minat anak-anak muda, karena menyuguhkan pengalaman tersendiri," jelasnya.