Ibu empat anak itu kemudian dipaksa menjalani operasi lebih lanjut untuk memperbaiki kerusakan pada dadanya. Mengerikannya lagi, ahli bedah bahkan terpaksa membersihkan implannya yang pecah dan menyebar menuju tulang rusuknya.

"Dengan beratnya risiko itu, tidak mungkin saya akan memasukkan produk seperti itu ke dalam tubuh. Setiap hari adalah tantangan emosional dan mental yang baru. Mungkin cerita saya dapat membantu para wanita lain,” lanjutnya.