"Saya bilang saya ngamen, tapi mereka tetap menolak dan mengatakan nanti saja kalau saya sudah mapan dan bisa ngasih makan anak mereka," timpalnya.
Meski hati Didi hancur berkeping-keping, pengalaman tersebut menjadi motiviasinya untuk membuktikan kepada pihak keluarga mantan pacarnya, bahwa ia mampu menjadi orang yang sukses.
Dari pengalaman ini pula, lagu Cidro akhirnya terlahir. Bahkan, lagu tersebut sekarang menjadi sebuah anthem atau lagu kebangsaan para sobat ambyar yang juga mengalami kisah percintaan tragis seperti Didi Kempot.
"Saya tidak dendam malah itu yang membuat saya semangat untuk menunjukkan kemampuan dan kesuksesan saya di depan keluarga besarnya. Saya sampai sekarang masih menulis lagu patah hati, karena dari situ saya berawal," tandasnya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.