Anung menjelaskan, bakteri e coli bisa muncul di resapan air tanah. Padahal air tersebut kerap dipakai masyarakat, baik untuk dikonsumsi atau menggunakan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.

"Semua tempat yang dijadikan tempat buangan bangkai babi agar mewaspadai air tanah di sekitar situ. Meski ga ditemukan kumannya kolera babi, tapi malah e coli yang sebabkan pencemaran lingkungan," bebernya.
Resapan air tanah yang tercemar e coli secara kasat mata memang tidak dapat terlihat. Namun air tanah tersebut jadi bau tak sedap dan tidak enak dikonsumsi.