Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tertinggi di Indonesia, Ini Penyebab Jakarta Jadi Kota Diabetes

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 06 November 2019 |09:18 WIB
Tertinggi di Indonesia, Ini Penyebab Jakarta Jadi Kota Diabetes
Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)
A
A
A

Prevalensi penyakit diabetes di Jakarta terus meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 persentase diabetes di Jakarta menjadi yang paling tinggi di Indonesia yakni meningkat dari 2,5 persen menjadi 3,4 persen.

Jakarta saat ini telah mengalami transisi epidemiologi dari penyakit menular (PM) menjadi penyakit tidak menular (PTM) yang semuanya berawal dari diabetes. Kenaikan tersebut dipengaruhi karena transisi demografi usia produktif dan lansia semakin banyak.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid. Penyumbang diabetes terbesar di Jakarta disebabkan oleh transisi prilaku masyarakat akibat rutinitas.

dokter dwi oktavia

“Transisi prilaku kurang aktivitas fisik, jarang olahraga, pola metabolisme yang berubah menyebabkan risiko diabetes meningkat. Transisi gizi, makanan tidak sehat yang semakin mudah ditemukan membuat masyarakat memilih junkfood. Makanan kurang serat dan tinggi lemak juga menjadi penyebabnya,” terang dr. Dwi, saat diwawancarai di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa 5 November 2019.

Lebih lanjut, dr Dwi sendiri mengaku bahwa di Jakarta memiliki empat macam primadona PTM yakni jantung, stroke, diabetes mellitus (dm) dan ginjal. Tentunya salah satu langkah untuk mengatasi masalah ini di Jakarta dengan memperbaiki asupan gizi dan memperbanyak Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

anak makan buah

“Perlu sosialisasi dengan mencantumkan kandungan gizi pada setiap makanan supaya masyarakat paham gizi. Perbanyak RPTRA supaya anak-anak rajin beraktivitas. Untuk mengindari DM, batasi asupan karbo, konsumsi gula empat sdm, garam satu sdt dan kontrol lemak setiap hari,” tuntasnya.

Selain membatasi asupan karbohidrat, gula, garam dan lemak, masyarakat jugaa diimbau untuk menenuhi kebutuhan serat harian. Caranya adalah dengan rutin mengonsumsi buah dan sayuran atau makanan lain dengan kadar serat yang tinggi.

diet sehat sayur

“Masyarakat juga harus bisa mengontrol asupan kalori harian dalam makanan yang dikonsumsi. Seseorang idealnya mengonsumsi 2.000 kalori setiap harinya. Usahakan jangan sampai melewati batas karena bisa menyebabkan obesitas yang berujung pada DM,” tuntasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement