INSPIRASI modest wear tak hanya datang dari alam sekitar ataupun mengangkat unsur etnik khas Indonesia. Lala Hanafi mampu menggabungkan unsur Tionghoa dan modern, jadi terlihat elegan saat dipakai para Muslimah.
Di panggung Jakarta Fashion Week 2020, Lala Hanafi menampilkan beragam model busana, khususnya modest wear yang terinspirasi dari lukisan karya Lu Jianjun pada 1960.

Lala Hanafi menuturkan, seniman tersebut mempercayai bahwa simetri dapat merepresentasikan keseimbangan dan keabadian. Akhirnya Dapat memberikan keharmonisan dan keindahan bagi umat manusia.
“Dalam koleksi kali ini, saya mengambil judul Duichen dari bahasa Mandarin, yang berarti simetri,” kata Lala Hanafi kepada wartawan.
Menurutnya, keseimbangan simetris tidak selalu harus terlihat identik. Tetapi bisa terlihat seimbang ketika setiap segmen tata letak memeiliki jumlah dan konfigurasi yang kira-kira sama. Dengan begitu setiap look busana yang dihasilkan tetap terlihat lebih kasual, dinamis, dan tidak monoton.

Di runway JFW 2020, busana Lala Hanafit mengusung warna rustic seperti ivory, abu-abu, dan cokelat. Dia mempersatukan elemen tradisional Tionghoa dan modern. Sangat terlihat dari kain-kain batik Cirebon, katun, dan linen. Kombinasi itu diolah dengan teknik quilt dan bleaching. Hasilnya memukau!
“Pastinya sangat cocok dengan style casual chic yang diusung dalam Duichen,” kata Lala Hanafi.
Dia yakin beragam koleksinya tersebut akan mampu menarik minat pencinta modest wear. Dengan siluet O, H, dan I, siapapun yang memakai busana tersebut akan terlihat seperti wanita bangsawan misterius.
Dia meyakini, ketika seorang Muslimah memakai karyanya tersebut dapat tampil percaya diri. Sangat modis dan pakem keislamannya tidak hilang!
“Saya berharap koleksi saya menjadi salah satu jalan pembuka untuk orang mendapatkan hidayah,” pungkasnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.