Meski ini mengenai kain Nusantara, Obin cukup terampil juga dalam mengemas keseluruhan tampilan. Ia mengubah pakaian 'tua' menjadi sesuatu yang lebih ringan nan casual.

Dalam secarik kertas, Obin menuliskan puisi tentang koleksinya itu.
Rayuan Kain
Warna dan coraknya membuat semua nengok.
Tekstur tenunan membalut tubuh pemakai.
Kain-kain yang menggantung membuat semua menarik napas,
Bagaikan menikmati simfoni orkestra.
Setiap helai memanggil,
Memikat dengan rayuannya.
Obin, 24 Oktober 2019.
(Martin Bagya Kertiyasa)