Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sentuhan Korean Style Klasik Hadir di JFW 2020, Modalnya Cuma Kain Perca

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 24 Oktober 2019 |10:22 WIB
Sentuhan <i>Korean</i> <i>Style</i> Klasik Hadir di JFW 2020, Modalnya Cuma Kain Perca
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

TURUT meramaikan ajang Jakarta Fashion Week 2020, Desainer Kami membawakan koleksi modest wear bernuansa Korean style. Outfit-nya terkesan cantik dan klasik, yang tentunya dicintai oleh pencinta modest fashion.

Koleksi tersebut diberi nama JANA, diambil dari bahasa Slovia (Indo-Eropa), artinya Rahmat Tuhan. Terinspirasi dari seni menjahit tradisional Korea, yaitu Pojagi atau Bojagi.

Teknik ini menjahit potongan-potongan sisa bahan menjadi satu-kesatuan, dan mempunyai fungsi baru. Sama halnya di Indonesia disebut dengan kain perca, yang lebih familier.

Creative Director Kami, Nadya Karina, menjelaskan bahwa dalam sejarah Korea, jenis kain yang dihasilkan dari teknik Pojagi ini telah sejak lama digunakan oleh segala kalangan. Ada nilai sejarah yang terkandung dan bisa mempunyai fungsi baru.

Jenis kain yang dihasilkan dari teknik Pojagi ini telah sejak lama digunakan oleh segala kalangan

”Ada arti yang baik dibalik kebiasaan membuat pojagi. Ada nilai memori dan recycle, karena memakai kain bekas atau sisa yang sudah bertahun-tahun dipakai," ucap Karina kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta.

Menurutnya, ada filosofi di balik kebiasaan membungkus hadiah dengan kain hasil Pojagi. Maknanya adalah untuk menghargai hubungan yang terjalin antara pemberi dan penerima hadiah, yang melambangkan cinta, harapan, serta kenang-kenangan.

“Melalui koleksi ini, Kami ingin mengangkat nilai tentang harga diri. Diumpamakan tentang seseorang yang memandang dan mengenakan harga dirinya seperti hadiah terbaik," imbuh Karina.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement