Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Rempah, Di Era Kolonialisme Bangsa Portugis Cari Batu Ambar dari Perut Ikan Paus

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2019 |20:00 WIB
Bukan Rempah, Di Era Kolonialisme Bangsa Portugis Cari Batu Ambar dari Perut Ikan Paus
Batu Ambar (Foto : Dok.Okezone)
A
A
A

Keistimewaan batu ambar

Bicara soal kelebihan batu ambar, Bona mengatakan bahwa batu ini memiliki aroma yang sangat harum. Bahkan bila dibakar secuil saja, aromanya akan tercium semerbak ketika tertiup angin.

Kendati demikian, tidak semua jenis ikan paus yang memiliki batu ambar. Hanya ada sekitar 14 jenis paus yang diketahui memiliki kemampuan untuk memproduksi batu tersebut, salah satunya paus sperma.

"Batu ini mengalami proses pembekuaan di tubuh ikan puas, kalau orang lokal bilanya seperti muntahan paus. Dulunya, ada pedagang yang menjual sebiji liontin dari batu ambar senilai Rp1 miliar," jelasnya.

Batu Ambar

Dalam perkembangannya, kini batu ambar cenderung sulit didapatkan karena mau tidak mau nelayan harus berburu ikan paus. Di Indonesia sendiri, kegiatan berburu paus untuk mendapatkan batu ambar sudah lama ditinggalkan.

Sekarang, para pedagang parfum atau minyak wangi cenderung berburu kayu cendana dan gaharu yang dulunya juga menjadi incaran di era kolonial.

"Batu ambar, kayu cendana, dan gaharu itu barang yang paling dicari sebelum mereka menemukan rempah-rempah. Kayu cendana juga memiliki aroma yang harum ketika dibakar. Namun kualitasnya masih jauh dari batu ambar," tukasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement