Penulis penelitian, Dr Herbert Lepor mengatakan, ia bersama timnya akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki risiko terkait penggunaan vape.
“Langkah kami selanjutnya adalah memperluas jumlah tikus yang diteliti, untuk mempersingkat dan memperpanjang waktu pemaparan vape, serta menyelidiki lebih lanjut perubahan genetik yang disebabkan oleh asap vape,” pungkas Dr Herbert. Hasil penelitian telah diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS).
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.