SEBUAH insiden yang terjadi belum lama ini telah menyebabkan lebih dari 130 lumba-lumba sekarat. Hal ini menjadi semakin misterius dan menyita perhatian netizen dan viral di medsos.
Kejadian yang viral di medsos ini sedang diselidiki oleh sukarelawan dan ahli biologi kelautan. Diduga kasus itu terjadi di lepas pantai Afrika Barat awal pekan ini. Tak hanya itu, sebelumnya fenomena lumba-lumba terdampar juga terjadi di Pulau Verde.
Lumba-lumba yang terdampar tersebut adalah jenis kepala melon. Mereka ditemukan terjebak di pantai berpasir di pulau Boa Vista. Alhasil sejumlah foto yang memperlihatkan hewan yang tertekan itu muncul dengan cepat di media sosial.
Foto lumba-lumba yang viral di medsos ini awalnya diunggah asosiasi lingkungan, BIOS Cape Verde. Pada 25 September 2019, seorang juru bicara organisasi menulis di halaman Facebook resmi.
"Kemarin sekitar pukul 6 pagi BIOS dipanggil untuk menyelamatkan paus berkepala melon di sisi timur pulau. Sekira 163 ekor terdampar termasuk yang ukuran dewasa, remaja dan bayi,” tulis pernyataan resmi dari laman Facebook BIOS.
Melihat kejadian memilukan tersebut. Mereka akhirnya mengerahkan banyak timnya untuk melakukan penyelamatan. Mereka bekerjasama dengan pemerintah dan petugas setempat untuk sama-sama membantu penyelamatan hewan tersebut.

“Sekira 100 orang berpartisipasi dalam upaya penyelamatan termasuk Kementerian Pertanian dan Lingkungan, Otoritas Maritim, petugas pemadam kebakaran setempat, Inspektur Perikanan, Polisi Nasional, LSM lokal dan anggota dari komunitas lokal Norte dan Bofareira,” lanjutnya.
Sayangnya beberapa hewan yang berhasil dikembalikan ke dalam laut, sebagian besar terdampar kembali. Alhasil mereka pun akan mengumpulkan sampel agar mendapatkan perkiraan jumlah kematian. Mereka juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang telah membantu penyelamatan.
Ahli biologi kelautan telah menawarkan berbagai penjelasan untuk fenomena cetacean stranding. Namun belum ada hipotesis yang diterima sebagai konklusif. Beberapa ahli zoologi percaya bahwa fenomena terdampar massal benar-benar dapat disalahkan akibat campur tangan manusia.
Selain itu mereka juga berpendapat bahwa sonar dari kapal selam telah mengganggu indera navigasi lumba-lumba yang menyebabkan mereka terdampar sendiri.
Para ahli lain berpendapat bahwa arus samudera yang kuat atau angin kencang dapat menyeret makhluk-makhluk itu ke pantai. Setelah terseret mereka menjadi tak berdaya ketika gelombang mulai surut dan pergi.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.