Janur kuning adalah salah satu hiasan dekorasi yang sering ditemukan pada acara pernikahan. Terutama bila pengantin berasal dari tanah Jawa.
Namun janur kuning bukan hanya sekadar penghias dekorasi. Banyak makna tersirat di baliknya dan mitos yang mengikuti.
Melansir berbagai sumber, Kamis (19/9/2019) penamaan janur kuning memiliki harapan bagi calon pengantin. Menurut arti harfiah, janur berasal dari kata Jan yang berarti Jannah atau surga. Sedangkan nur memiliki arti cahaya. Apabila disatukan maka diartikan cahaya dari surga.
Lalu kata kuning dipercaya memiliki makna sabda dadi yaitu berharap semua perkataan baik bakal terwujud dan dihasilkan dari hati atau jiwa yang bening.

Pemasangan janur kuning pada acara pernikahan, diharapkan dapat membuat kedua mempelai nantinya menempuh kehidupan yang tentram.
Janur kuning juga mengisyaratkan cita-cita mulia dan tinggi untuk menggapai cahaya Ilahi dengan hati yang bening. Selain itu, biasanya pada acara pernikahan ada 2 janur kuning yang dipasang.
Janur kuning yang berada di sisi kanan adalah simbol pengantin laki-laki. Sedangkan janur di sisi kiri adalah pengantin perempuan. Harapannya kedua pengantin selalu hidup berdampingan seperti janur yang dipasang berdekatan.
Di sisi lain, mitosnya janur kuning dapat memprediksi calon pengantin perawan dan perjaka atau tidak. Mitos ini dikenal dengan istilah tetenger.