Dorongan akan berbagi informasi ini, semakin kuat dirasakan oleh Anjari karena sebagai pejabat publik di bidang kesehatan, ia menyadari bahwa ia bisa berkontribusi dan ikut bertanggung jawab menyebarkan informasi yang tepat soal kebijakan dan program kesehatan.
“Sebagai personal PNS, saya sadar punya kontribusi dan tanggung jawab menyebarkan kebijakan dan program kesehatan. Apalagi sebagai Humas, saya ikut bertanggung jawab membangun dan mengelola reputasi kesehatan. Bisa jadi karena sebagai netizen dan Humas kesehatan itulah saya banyak berbagi informasi kesehatan, terutama melawan hoaks kesehatan melalui gerakan #antihoakskesehatan,” imbuhnya.

Namun uniknya, ketika ditanya bagaimana tips menjadi seorang influencer atau speaker kesehatan yang baik. Pria berkacamata satu ini mengaku tidak punya rahasia khusus, hanya fokus pada passionnya yang memang suka berbagi.
“Saya tidak punya tips, tapi ini yang menjadi value saya, passion lah dalam berbagi. Alhamdulillah, banyak diberikan kesempatan berbagi di berbagai forum seminar, lokakarya, inhouse training, dan konsultasi.