Selain membuat jokes-jokes receh di media sosial, Chef Arnold Poernomo sebetulnya cukup rutin membagikan tips memasak melalui kanal YouTube pribadinya. Seperti yang ia lakukan belum lama ini. Arnold membeberkan tips ampuh membuat olahan telur rebus melalui video berjudul "ENDOG GODOG aka TELUR REBUS".
Dalam video berdurasi kurang lebih 9 menit itu, Chef Arnold menjelaskan bahan-bahan awal yang dibutuhkan antara lain, telur ayam kampung, panci, gadam, dan air untuk memasak. Penggunaan ayam kampung di sini karena memiliki tekstur dan kualitas yang sangat ideal untuk membuat olahan telur rebus.
Langkah-langkah merebus telur ala Arnold Poernomo
Langkah pertama yang Arnold lakukan adalah merebus telur di dalam air mendidih. Kali ini, ia telah menyiapkan 6 butir telur ayam kampung yang akan diolah dengan durasi waktu berbeda-beda, sehingga menghasilkan tingkat kematangan yang khas.

(Foto : Arnold Poernomo/Youtube)
"Masukkan telur ayam ke dalam air yang mendidih secara perlahan agar. Lalu tambahkan taburan garam. Fungsi garam di sini untuk meningkatkan temperatur air supaya nanti pas dimasak temperaturnya tetap tinggi dan stabil," terang Arnold.
Lebih lanjut, Chef Arnold menjelaskan agar panci ditutup hingga rapat agar suhu panas tidak menguap. Sementara untuk durasi perebusan sendiri memang terbilang lebih singkat dibandingkan telur ayam negeri (broiler).
Pasalnya, tekstur telur ayam kampung cenderung lebih tipis sehingga proses pematangan akan lebih cepat. Namun hal ini juga bergantung pada ukurannya.
Ditutup, supaya temperature tidak mencuat atau menguap kemana-mana. Dengan cangkang yang menipis akan retak meleber kemana-mana. 10 -15 detik dari kulkas lebih lama. Tergantung size, dan jenis telurnya.

"Telur ayam kampung itu umumnya memiliki berat sekitar 47 gram. Sedangkan telur ayam negeri beratnya bisa sampai 65-70 gram, jadi harus direbus lebih lama sekitar 10-15 detik dari ayam kampung," kata Arnold.
Hasil rebusan telur
Nah, untuk hasilnya sendiri, setiap telur memiliki ciri khas masing-masing. Arnold memang sengaja membagi telur menjadi beberapa kategori untuk melihat tingkat kematangannya. Mulai dari telur yang dioleh dengan durasi waktu 4 menit, 5 menit, 6 menit, 7 menit, 8 menit, hingga 9 menit.

(Foto : Arnold Poernomo/Youtube)
Sebelum mengupas telur-telur tersebut, Arnold sempat membeberkan tips ampuh agar tekstur telur tidak rusak, namun berujung pada sesi curhat colongan (curcol).
"Pertama, pecahkan bagian bawah telur di atas permukaan meja. Lakukan secara perlahan. Ketika sudah retak, pijat-pijat telur dengan sabar untuk mendapatkan hasil terbaik," kata Arnold.
Saat menjelaskan tentang poin kesabaran inilah, Arnold sempat curhat colongan. "Saya sekarang orangnya sudah sabaran, karena sekarang sudah jadi bapak. Saya dikasih tips sama temen saya, apa tipsnya jadi bapak dia jawab, 'penuh dengan kesabaran'," ungkap Arnold.
Kembali berbicara soal telur rebus, Arnold menjelaskan bahwa telur yang direbus selama kurang lebih 4 menit, teksktur kuning telurnya lebih encer dan 'beleber'.

Sementara untuk telur yang direbus selama 5 menit, bagian tengahnya masih terasa sangat encer ketika dipotong. Namun putih telurnya sudah mulai terasa mengeras. Arnold mengatakan, pilihan telur favoritnya adalah yang diolah direbus selama 6 menit
"Lebih perfect itu yang 6 menit. Tekstur putihnya masih soft (lembut), dan kuningnya juga pas. Kalau sudah di atas 6 menit, kuningnya sudah mulai set (mengeras) meski agak sticky. Buat yang suka telur matang, bisa merebus telur dengan durasi 9 menit. Tampilannya lebih pucat, dan tekstur kuningnya sudah mengecil," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.