ISU perbedaan agama memang masih menjadi isu yang cukup sensitif di Indonesia. Padahal, tidak semua perbedaan harus dihadapi dengan pertentangan.
Nah, seorang wanita bernama Candra Dita Mumpuni membagikan sebuah kisah inspiratif melalui akun twitter pribadinya @Candraditaa.
“Sedih liat orang-orang pada debat soal agama lagi. Sebenarnya ini udah pernah aku share di Instagram pribadi. Tapi sekarang aku drop di sini. Semoga bisa menyejukkan suasana ya,” tulisnya.
Dita terlahir di sebuah keluarga yang memiliki perbedaan keyakinan. Ayahnya adalah seorang muslim yang taat, sementara ibunya adalah seorang Nasrani. Kendati demikian, ia dan sang kakak dididik dengan sangat baik oleh kedua orangtuanya.
“Kedua orangtuaku berbeda keyakinan, tetapi kami menjadi sangat menghargai perbedaan, tidak hanya dalam segi agama tetapi juga toleransi,” tutur Dita saat dihubungi Okezone via sambungan telepon.

Masih membekas di hati dan pikiran Dita sebuah pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan ketika sang ayah menjemputnya dari sekolah. Kala itu, Dita yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) merengek minta dibelikan makanan karena sudah tidak bisa menahan rasa lapar.
“Waktu itu bulan puasa. Aku merengek minta makan di restoran. Namanya anak kecil kan ya maunya makan yang enak-enak sebangsa KFC dll. Ya udah dong, masa anaknya laper ga dibolehin makan gara-gara bapaknya puasa? Akhirnya kami duduk di KFC. Bapak hanya melihat dan tersenyum melihat aku makan dengan lahap,” kenang Dita.
Berawal dari pengalaman tersebut, Dita mulai menyadari arti toleransi yang ia dapatkan langsung dari sosok pria yang sangat ia cintai. Begitu pun ketika ia, kakak, nenek, dan ibunya hendak melaksanakan ibadah di gereja. Ayah Dita dengan senang hati mengantarkan mereka hingga ke depan pintu gereja.
"Sembari menunggu aku, kakak, ibu, dan Mbah Uti selesai ibadah, bapak mencari masjid terdekat untuk menunaikan salat atau sekadar beristirahat," timpalnya.