SEBUAH foto mendadak viral di media sosial hingga memicu perdebatan di kalangan netizen dan sejumlah selebgram seperti Rachel Vennya. Bukan tanpa alasan, menilik unggahan story ibu satu orang anak itu, salah satu SMA di Indonesia diduga melakukan razia skin care kepada para siswinya.
Hasil pantauan Okezone, pada foto tersebut memang tampak puluhan produk kosmetik yang sengaja dikumpulkan lengkap dengan peralatan kecantikan seperti sisir, kaca, hingga jepit rambut.
Latar belakang foto itu juga menampilkan beberapa murid wanita yang terlihat sedang mengelilingi benda-benda tersebut, seolah beberapa diantaranya adalah benda milik mereka.
Hingg berita ini dituliskan, belum diketahui secara pasti apakah razia skin care ini benar-benar terjadi atau hanya akal-akalan netizen semata agar bisa viral atau hanya ingin pansos alias 'panjat sosial'.
ditunggu GA-nya kak#OSIS pic.twitter.com/s7rmRSPfdQ
— oka (@daraprayoga_) August 12, 2019
Namun satu yang pasti, foto tersebut berhasil menyita perhatian sejumlah netizen termasuk selebgram seperti Rachel Vennya. Kebetulan isu kecantikan dan beauty shaming sedang hangat-hangatnya diperbincangkan.
Tak heran bila Rachel berinisiatif membuka forum diskusi mengenai persoalan ini.
"Terlepas dari lipstick, bedak, atau blush on yang mungkin berlebihan. Wajar gak kalau pelembab bibir, body lotion atau sisir disita?," tanya Rachel saat membuka polling di Instagram.
Rachel pun tidak sungkan-sungkan membagikan pengalamannya saat masih duduk di bangku SMA, ketika seorang netizen melontarkan sebuah respons yang berhasil menarik perhatiannya.
"Zaman dulu enggak perlu begituan. Lagipula pulang sekolah kan ke rumah bukan ke emol," ujar sang netizen.
Menanggapi pernyataan itu, Rachel mengatakan bahwa selama ia mengenyam pendidikan di salah satu SMA negeri, ia tidak pernah mendapati kejadian razia skin care atau make up yang dilakukan oleh pihak sekolah.
Rachel bahkan mengungkapkan, beberapa temannya yang mengenakan lipstik dan soft lens berwarna mencolok pun tidak pernah ditegur atau dirazia oleh gurunya.
"Jujur jaman aku sekolah dulu, enggak ada yang disita? Padahal sekolahku SMA negeri bukan swasta, bahkan teman-teman pakai lipstik terus ada yang pake softlens warna ijo gonjreng gitu gak disita atau ditegor. Yang penting roknya jangan kependekan aja sama rambut cowo gak boleh gondrong," kata Rachel.

Ia hanya menyayangkan keputusan pihak sekolah yang menyita pelembab bibir, body lotion, dan produk-produk skin care lainnya.
"Gatau ya apa emang sekolah aku yang beda atau gimana ? Wkwkwk cuma kalau pelembab bibir jujur kasian apalagi yang bibirnya kaya aku harus sejam sekali pake kalo enggak pake bakal berdarah," tambah Rachel.
Persoalan ini semakin bertambah panjang ketika akun Twitter @daraprayoga_ turut membagikan foto tersebut. "Ditunggu GA nya ya kak #OSIS," tulisnya pada keterangan foto.
Sejumlah netizen pun turut melontarkan pendapat mereka. Sebagian diantaranya setuju dengan pendapat Rachel bahwa produk kosmetik seperti body lotion dan sunscreen tidak seharusnya disita.
"Kalo sunscreen sama body lotion harusnya gapapa ngga sih kan bukan buat centil2 buat kesehatan kulit," tulis akun @syifafad.
"Kadang orang masih ada yg belum bisa bedain mana skinker mana mekap :((," tulis akun @kiakuuu.

"Ya Allah parfum, kebayang parfumnya kesita padahal habis panasan olahraga gitu, kelas pasti baunya bukan maen," tulis akun @ganisyooo.
"Yahhh sempet ngalamin heboh nyumputin skincarean sama lipstick arab pas ada razia di sekolah :')," tulis akun @louvrevv.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.