Imbas dari listrik mati, aktivitas pun terganggu. Bahkan, sampai sekarang PLN pun masih mengimbau agar masyarakat menyediakan air untuk persediaan hingga meminta warga untuk memastikan daya ponsel terisi penuh.
Terkait dengan ketersediaan air, karena pada Minggu siang tidak ada imbauan sebelumnya, alhasil banyak masyarakat yang tidak menyiapkan air cadangan. Mau tidak mau, air yang tersisa mesti dimaksimalkan. Tapi, karena listrik mati berlangsung lama, ini membuat beberapa warga kehabisan air.
Mau tidak mau mereka mesti membeli air isi ulang di warung atau minimarket. Hal itu yang dirasakan Joko (nama samaran), salah seorang warga Serpong, Tangerang Selatan. Dirinya mengaku mesti membeli air isi ulang bahkan untuk mandi.

Pada Okezone, Joko menjelaskan alat penyedot air di rumahnya tidak berfungsi karena listrik mati. Karena itu, air yang biasanya dapat dia nikmati kapan pun, mesti hilang karena alatnya tidak aktif Minggu malam, kemarin (4/8/2019).
"Ya, mau nggak mau beli galon biar bisa mandi. Air galon biasanya buat minum, ini malah buat mandi, jadi orang kaya kita," terangnya.
Untuk ketersediaan air saat listrik mati kemarin, Joko sampai membeli air isi ulang sebanyak 2 galon. Satu untuk mandi dan satunya untuk keperluan lainnya. Alasan beli dua juga karena yang membeli galon di Minggu malam kemarin sangat banyak.
"Dibatesin, cuma boleh beli 2 galon satu orang. Soalnya emang banyak juga yang beli galon ini saat mati lampu kemarin," ucapnya.
Sementara itu, Oki (nama samaran) juga mengalami hal serupa dengan Joko. Namun, dia bukan membeli air galon buat mandi, tapi merasakan mati lampu saat buang air besar dan air habis.

"Jadi, mati lampunya terjadi pas saya lagi 'pup'. Kalau listrik mati kan air juga ikutan mati, alhasil sisa air yang ada cuma buat guyur kakus," ceritanya pada Okezone.
Dia bahkan mesti menghemat air yang tersisa. Karena itu, dia mesti merelakan tidak mandi sampai akhirnya listrik aktif lagi dan air pun mengalir dari kran di rumahnya. "Ya, airnya bener-bener buat banjur kakus doang, mandinya nggak jadi," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)