Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Berhasil Ungkap Alasan Banyak Orang Batak Jadi Pengacara

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 31 Juli 2019 |20:29 WIB
Jokowi Berhasil Ungkap Alasan Banyak Orang Batak Jadi Pengacara
Keluarga Jokowi. (Foto: Instagram)
A
A
A

PEKERJAAN sebagai seorang pengacara di Indonesia memang cukup menjanjikan. Beberapa nama pengacara kondang seperti Hotman Paris Hutapea, Ruhut Sitompul, Hotma Sitompul dan beberapa pengacara lainnya berhasil menyita publik dengan kehidupan mewah mereka.

Meski demikian, sadarkah Anda bahwa beberapa pengacara kondang tersebut sebagian besar berdarah Batak? Mungkin sebagian dari kalian menyadarinya, namun tidak mengerti dengan jelas hal apa yang menjadi penyebabnya.

Dalam sebuah postingan yang diunggah oleh Presiden Jokowi melalui akun media sosial Instagram-nya @jokowi, ia menjelaskan tentang alasan orang Batak yang gemar menjadi pengacara.

Semuanya berawal dari kunjungan Jokowi menuju Kampung Tua Huta Siallagan. Sesuai dengan namanya, kampung ini diambil dari nama Raja Siallagan yang berasal dari garis keturunan suku Batak asli.

View this post on Instagram

Tahukah Anda mengapa banyak orang Batak jadi pengacara? Ini hikayat yang saya dapatkan saat berkunjung siang tadi di kampung tua Huta Siallagan -- kampung yang namanya diambil dari nama Raja Laga Siallagan, garis keturunan suku Batak asli. Kampung itu masih di area Danau Toba, tepatnya Desa Ambarita, Kabupaten Samosir. Inilah kampung yang konon titik awal sejarah peradaban penegakan hukum di Samosir pada zaman dahulu kala. Keturunan raja ke-17 Siallagan, Gading Jansen Siallagan, mengisahkan, di kampungnya masih ada bekas “batu persidangan” -- berbentuk sebuah meja dengan kursi tersusun melingkar -- tempat sang raja mengadili pelanggar hukum adat. Sidang pengadilan di sini dihadiri raja, adik-adik raja, penasehat terdakwa, penasehat korban, dan penasehat kerajaan. Nah, kata Gading Jansen, penasehat kerajaan ini kalau di zaman sekarang disebut pengacara. “Jadi jangan aneh, Bapak, kalau orang Batak banyak jadi pengacara. Kayaknya, mereka itu lulusan Siallagan semua,” katanya. 😀

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Lebih lanjut presiden ketujuh Republik Indonesia tersebut menjelaskan bahwa kampung bersejarah tersebut terletak di area Danau Toba, tepatnya di Desa Ambarita, Kabupaten Samosir. Di kampung inilah konon sejarah peradaban hukum di Samosir ditegakkan sejak dahulu kala.

Di tempat ini pula terdapat bekas ‘batu persidangan yang berbentuk seperti sebuah meja lengkap dengan kursinya tersusun melingkar seperti meja rapat. Tempat ini digunakan untuk mengadili masyarakat yang melanggar hukum adat. Cerita ini dikisahkan oleh keturunan raja ke-17 Siallagan bernama Gading Jansen Siallagan.

Dulunya sidang pengadilan di tempat ini dihadiri oleh para raja, adik-adik raja, penasihat terdakwa, penasihat korban dan penasihat kerajaan. Menurut Jansen, para penasihat kerajaan ini setara dengan seorang pengacara pada zaman sekarang.

“Jadi jangan aneh, Bapak, kalau orang Batak banyak jadi pengacara. Kayaknya, mereka itu lulusan Siallagan semua,” tutur Jansen.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement