Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan Sutopo Purwo Nugroho Melawan Kanker Paru-Paru Stadium 4B dan Penyebabnya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 07 Juli 2019 |09:29 WIB
Perjuangan Sutopo Purwo Nugroho Melawan Kanker Paru-Paru Stadium 4B dan Penyebabnya
Sutopo dan kedua orangtuanya (Foto: Sutopo_PN/Twitter)
A
A
A

Penyebab kanker paru-paru Sutopo

Ketika Anda mendengar kalimat 'Kanker Paru-Paru' mungkin yang ada di benak Anda adalah efek merokok jangka panjang. Tapi, tidak untuk Sutopo. Dia tidak merokok dan pola makannya pun diakui cukup benar.

Lantas, darimana datangnya penyakit kanker paru-paru yang saat pertama kali dicek sudah stadium 4?

Sutopo ternyata menjadi korban asap rokok. Ya, dia adalah perokok pasif atau mereka yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok secara aktif terus menerus. Kondisi seperti ini yang kemudian membuat sel kanker berkembang di paru-parunya.

Paparan gas radon ternyata menjadi sumber masalah lain. Radon diproduksi dari pemecahan alami uranium di tanah, batu, dan air yang akhirnya menjadi bagian dari udara yang Anda hirup. Tingkat radon yang tidak aman dapat terakumulasi di setiap bangunan, termasuk rumah.

 Pasien rumah sakit

Radon naik dari tanah, memasuki bangunan atau rumah melalui retakan kecil. Gas radon bisa menjadi penyebab utama kanker paru pada orang yang tidak merokok.

Selain itu, risiko terkena kanker paru-paru lebih tinggi jika Anda terpapar zat beracun, seperti asbestos atau knalpot diesel di tempat kerja. Faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dan riwayat pribadi, terutama jika Anda seorang perokok.

Sutopo, perjuangan dan dedikasi Anda pada bangsa tidak akan pernah terlupa. Selamat Jalan Sutopo Purwo Nugroho. Jasamu akan selalu dikenang.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement