Konsep friendzone sekarang mewabah ke anak milenial. Banyak sekali dari mereka yang merasa kalau friendzone adalah salah satu masalah yang kerap dihadapi, terlebih dari mereka masih berusia remaja atau dewasa muda.
Friendzone dianggap sebagai cara untuk tidak membuat jarak antara dia dan pasangannya. Lain cerita ketika kita bicara mengenai hubungan serius, maka ada hati yang mesti dijaga dengan baik. Kalau friendzone? Sebatas percaya rasanya cukup. Nah, kenapa akhirnya anak milenial banyak terjebak dalam masalah ini?
Apakah memang di usia seperti mereka ini, friendzone adalah cara yang tepat untuk menjaga hati supaya tak terlalu sakit ketika dikhianati?

Dilansir Okezone dari Bustle, konsep friendzone sejatinya bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Apalagi Anda memang sejaga untuk melakukan hubungan tersebut. Ada beberapa alasan dan berikut ulasannya
1. Friendzone adala hal paling rumit!
Ini dapat dimaknai dengan sederhana seperti kasus, Anda meminta supaya pasangan friendzone Anda tak lirik atau meladeni orang lain. Namun, ketika pasangan Anda memberi argumen, "Kan kita cuma teman" maka yang bisa Anda lakukan apa? Nothing!
Tidak adanya ikatan membuat konsep hubungan serius tak dapat diterima di hubungan friendzone. Jadi kalau bisa, jangan sampai terjebak dalam hubungan friendzone ya milenial!