Untuk mengimbangi kemegahan itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menghidupkan daerah-daerah perbatasan dengan berbagai festival. Beragam event dirancang untuk menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Perbatasan adalah wajah terdepan sebuah negara. Karenanya, PLBN dibangun secantik mungkin agar menimbulkan kesan pertama yang baik bagi wisatawan. Khususnya turis asing yang masuk lewat perbatasan,” jelasnya.
Festival-festival yang digelar, kata Menpar Arief, dirancang dengan menyuguhkan berbagai rangkaian acara. Selain panggung musik yang menghadirkan artis-artis ibu kota dan mancanegara, digelar pula bazar aneka produk. Ada juga persembahan kuliner, pertujukan budaya, dan lain-lain.
“Sejak dibangun seperti sekarang, PLBN di NTT semakin ramai. Dampak lain dari semaraknya PLBN adalah akses jalan yang semakin baik. Wisatawan dan pelintas batas dijamin nyaman saat memasuki wilayah Indonesia. Kesan medan yang berat dan berlumpur sudah tidak ada lagi,” tegasnya.
Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani mengungkapkan, upaya menghidupkan wilayah perbatasan akan terus dilakukan. Contohnya dengan menggelar event Crossborder Music Festival Atambua 2019 yang berlangsung tanggal 28-29 Juni ini.