“Saya terkesan dengan Bali. Masyarakatnya ramah, secara budaya tetap ada kesamaan dengan warga Filipina. Ada potensi bisnis besar yang bisa dikembangkan dari poros Filipina-Bali. Sekarang tinggal bagaimana bisa membuat wisatawan Filipina tinggal lebih lama di Bali,” jelas Vee Jay Laynesa, peserta famtrip dari Skies T & T Manila.
Bali memang memikat, sksesibilitasnya dari Filipina juga mudah. Untuk poros Manila (Filipina) menuju Denpasar bisa memakai maskapai Philippine Airlines dan Cebu Pacific. Adapun poros Davao (Filipna) ke Denpasar harus transit di Singapura. Maskapainya adalah Singapore Airlines.
Di sisi lain Carmelita Martinez dari Jamaika Ticketing Agency Davao menerangkan, profil Bali dan potensinya sudah terpetakan. “Hotel-hotel di Bali bagus. Pelayanannya juga menyenangkan. Hal sama dengan makanannya, semua yang disajikan sangat enak. Ada yang spesial, yaitu nasi gorengnya. Kami sudah memiliki gambaran lengkap terkait Bali dan potensi pasarnya,” terangnya.
Salah satu hotel yang nyaman di Bali yaitu Ashyana Candidasa. Lokasinya berada di Jalan Raya Candidasa Beach, Cadidasa Amlapura, Bali. Fasilitasnya lengkap, seperti Bale Spa hingga Le-Zat Beach Restaurant. Wisatawan juga bisa menikmati beragam tur dari sini.
Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan BBTF 2019 harus dioptimalkan untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia. “BBTF 2019 menjadi event penting. Momentum ini tentu harus dioptimalkan. Melalui program famtrip ini, gema BBTF dan pariwisata di Indonesia semakin kuat. Artinya potensi kunjungan wisman akan terus naik, di antaranya dari pasar Filipina,” jelasnya.