Banyak orang beranggapan bahwa suka bicara sendiri adalah tanda gila atau hilang kewarasan. Anggapan ini terbentuk karena banyak orang yang mengalami gangguan jiwa memang suka terlihat bicara atau bergumam sendiri tanpa kejelasan. Namun bukan berarti suka bicara sendiri berarti kamu gila loh!
Mengutip dari Times of India, Kamis (27/6/2019), seringkali kita berbicara dengan diri sendiri. Kalimat-kalimat seperti: "Di mana kunciku?", "Duh, aku bisa terlambat!", atau, "Apakah aku terlihat baik?" merupakan kata-kata yang sering terlintas dalam pikiran sadar atau tidak sadar, terucap atau hanya terbayang. Beberapa ahli mengatakan bahwa cara ini sesungguhnya membantu seseorang untuk mengembangkan pandangan positif dan jiwa yang sehat.

Bahkan, beberapa pakar kesehatan menggunakan praktik berbicara dengan diri sendiri ketika membantu klien mereka. Ketika kita menceritakan pikiran batin kita pada diri sendiri, bicara sendiri itu mengekspresikan pilihan perilaku, keadaan emosi, hingga pikiran-pikiran yang pernah muncul dalam diri kita.
Sebuah penelitian dilakukan di Michigan State University, Amerika Serikat, peneliti memonitor aktivitas otak 29 mahasiswa. Para peserta ini diminta untuk melihat sekilas beberapa gambar yang netral dan yang mengganggu. Selain itu, peserta juga diminta berbicara sendiri dengan sudut pandang orang pertama dan ketiga dan menjelaskan bagaimana perasaan mereka saat melakukannya.

Disimpulkan bahwa mereka yang melakukan 'pembicaraan pribadi orang ketiga' memungkinkan peserta untuk bisa mengatur emosi dan dapat menghilangkan stres.
Para ahli mengatakan ini adalah cara yang sehat untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya dengan menuliskan kekuatan diri, memberikan afirmasi positif dan bersyukur atas apa yang didapat, berdiri di depan cermin dan katakan apa yang ingin dikatakan.
Walau awalnya mungkin tidak menyukainya, tetapi jangan menyerah. Secara bertahap, akan ada perbedaan yang dirasakan secara positif pada jiwa dan kehidupan, sekalipun jika diri merasa kesal, frustrasi atau marah.
Berbicara dengan diri sendiri bisa meningkatkan memori atau ingatan Anda. Itulah salah satu manfaat paling penting dari berbicara dengan diri sendiri. Namun, seperti diungkap oleh Linda Sapadin, psikolog asal Amerika berdasarkan hasil penelitian Gary dan Daniel, manfaat lainnya dari berbicara sendiri yaitu:
1. Menyalurkan emosi
Ketika Anda sedang kesal atau marah, seperti di jalan raya yang macet misalnya, lalu Anda berbicara atau teriak-teriak sendiri, secara tidak Anda sadari, lama-lama Anda akan tenang sendiri. Ya, itulah manfaatnya, membuat emosi jadi tersalurkan.
2. Jadi lebih fokus
Saat seseorang menulis sambil membaca apa yang ditulis, perlahan akan membuat otak jadi lebih fokus pada satu hal. Artinya, ini juga membuat kemampuan otak untuk mengingat jadi meningkat.

3. Bikin termotivasi
Sama seperti yang dijelaskan oleh Gary dan Daniel, ketika Anda sedang mempersiapkan diri menghadapi sesuatu, seperti presentasi misalnya, kemudian Anda berbicara sendiri, itu bisa meningkatkan motivasi Anda dan menghilangkan kecemasan yang sebelumnya menggerogoti Anda.
4. Membuat kita mampu mengatur jadwal
Apa yang ada di pikiran kita kadang memang terlalu banyak sampai kita berpikir dan bicara sendiri: habis ini harus ngapain, melakukan apa, dan setelah itu bikin apa, dan sebagainya. Dengan berbicara sendiri, pelan-pelan Anda akan mulai belajar mengatur jadwal diri Anda sendiri dan mengorganisir apa yang harus Anda lakukan.
5. Mampu menganalisis masalah sendiri
Kadang saat punya masalah, Anda biasa curhat dengan teman atau pasangan. Namun, dengan berbicara pada diri sendiri, Anda justru akan lebih mampu menganalisis situasi masalah Anda sendiri. Anda juga akan berbicara dengan suara hati Anda sendiri dan menemukan apa yang benar-benar Anda inginkan.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.