Besoknya, dia pun diantar oleh ibunya ke sekolah. Tapi masalah tak berhenti sampai di situ. Pada saat pelajaran olahraga, Dani kembali harus mendapatkan cemoohan dari teman-teman prianya. Terutama ketika praktek lompat jauh.
"Ini lebih dari kutukan daripada hadiah saat memiliki payudara sebesar ini. Berat payudara sangat menyakitkan, mengecilkannya adalah satu-satunya kesempatan untuk menjalani kehidupan yang bebas rasa sakit. Saya bisa kembali bekerja dan merasa percaya diri," ungkap Dani.
Ya, dia memang sampai harus keluar dari pekerjaannya. Sebab ketika sampai di tempat kerja Dani hanya akan duduk dan tidak dapat bangkit kembali. "Rasanya seperti saya membawa tas belanja besar sepanjang waktu dan saya tidak bisa meletakkannya," imbuhnya.

Akibat dari kondisinya ini, Dani harus mengenakan bra khusus dengan harga satuan 40 poundsterling atau setara dengan Rp720 ribu. Selain itu, dia harus mengalami kecemasan dan depresi karena payudaranya. Belum lagi masalah persendian yang pecah.
"Saya memiliki penurunan di bahu saya akibat dari tali bra. NHS tidak akan mendanai rekontruksi payudara kecuali jika memiliki masalah kesehatan serius," tandas Dani.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.