
Tidak hanya dari segi desain yang simpel dan klasik yang dicari, di sisi lain dari segi teknis pemakaian, Dessy menambahkan kaum Hawa di Indonesia juga lebih condong menyukai model arloji analog atau model jam tangan dengan visualisasi romanisasi angka ketimbang model digital.
“Model jam tangan analog lebih disukai ya, ketimbang yang model digital. Karena yang model digital itu penerapan teknologinya kan lebih rumit, sedangkan analog itu simpel dan klasik. Sejauh ini, karakter yang dicari antara pelanggan wanita di New York dan di Jakarta sih enggak ada perbedaan,” pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)