Menurutnya, pariwisata merupakan salah satu sektor tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia. Ini juga tercantum dalam nawa cita Presiden Republik Indonesia. Dimana, sektor lainnya adalah pertanian, perikanan dan kelautan, energi, serta industri.
“Pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Tahun ini, pariwisata diproyeksikan menjadi sektor penghasil devisa terbesar di Indonesia. Melampaui sektor migas, batubara dan minyak kelapa sawit. Tahun ini juga, pariwisata Indonesia ditarget menjadi destinasi terbaik di kawasan regional. Bahkan mampu melampaui ASEAN,” bebernya.
Indonesia patut berbangga dan menyambut baik dengan pencapaian ini. Namun, peningkatan ini perlu diimbangi dengan kesiapan destinasi yang ada. Baik dari segi atraksi, aksesibilitas, amenitas, maupun kesiapan SDM. Khususnya di kota-kota yang menjadi tujuan wisata.
Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa sektor pariwisata patut didorong perkembangannya.
“Pertama, dengan meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata di Indonesia, menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor. Termasuk penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan infrastruktur,” jelasnya.