Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Strategi Menyampaikan Kabar Buruk ke Orang

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Minggu, 09 Juni 2019 |13:20 WIB
6 Strategi Menyampaikan Kabar Buruk ke Orang
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MENYAMPAIKAN berita atau kabar buruk memang tidak pernah mudah. Oleh karena itu, bagaimana cara Anda menyampaikan kabar tersebut akan sangat berpengaruh terhadap reaksi penerimanya.

Nah, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ini beberapa strategi untuk menyampaikan berita buruk supaya diterima lebih baik. Biasanya, penyampaian kabar buruk sering dilakukan ketika memberitahu seputar penyakit hingga kematian.

Nah, hal ini sebenarnya membutuhkan kemampuan komunikasi yang bagus dan mendekati penerima berita dengan empati. Tidak hanya sekedar menyampaikan lalu pergi begitu saja.

1. Persiapkan diri sebelum berbicara

Usahakan untuk mempersiapkan diri sebelum mengatakan maksud dan tujuan Anda kepada lawan bicara. Termasuk menyiapkan jawaban dari pertanyaan yang mungkin diutarakan.

Perhatikan pemilihan kata dan waktu untuk mengatakannya. Tidak perlu terburu-buru karena omongan tidak dapat ditarik kembali. Oleh karena itu, meluangkan waktu sebelum memberitahu kabar buruk kepada orang lain sangat berguna bagi Anda dan mereka.

Baca Juga: Janda-Janda Strong, Foto Nomor 4 Awas Lihatnya Gak Bakal Kuat!

Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak mengulangi kesalahannya di masa mendatang.

2. Menyampaikan sebagian faktanya

Misalnya, ketika Anda akan memecat pegawai atau asisten rumah tangga Anda, tentu ada sebagian kecil hati Anda yang tidak tega untuk mengutarakan alasannya secara blak-blakan.

Oleh karena itu, sampaikan bahwa Anda akan memecat mereka dengan berita yang memang harus mereka dengar, seperti alasannya secara keseluruhan. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak mengulangi kesalahannya di masa mendatang.

3. Hindari penggunaan nada tinggi

Nah, karena sebagus apapun kata-kata Anda, tetap saja Anda akan menyampaikan berita buruk. Oleh karena itu, hal yang perlu diperhatikan adalah nada ketika memberitahu kabar tersebut. Jika Anda menyampaikannya dengan nada tinggi tentu saja hal tersebut bisa merusak suasana yang sudah dibangun.

Usahakan untuk menjaga agar suara Anda tetap rendah ketika melewati proses ini. Hal dimaksudkan agar emosi penerima kabar tidak terlalu takut ketika mendengar kabar tersebut.

Baca Juga: Demi Sneakers Adidas Yeezy Boost 350 v2, Banyak yang Menginap hingga Berantem


Hal dimaksudkan agar emosi penerima kabar tidak terlalu takut ketika mendengar kabar tersebut.

4. Berbicara sambil menatap matanya

Salah satu strategi jitu untuk menyampaikan berita buruk adalah dengan menatap lawan bicara Anda. Pertama-tama ajaklah duduk mereka karena posisi berdiri dapat membuat lawan bicara Anda terintimidasi, terutama saat memberitahu kabar buruk.

Selain itu, tatap matanya dan beritahu apa yang harus Anda katakan. Memang terdengar klise, tetapi setidaknya menatap mata lawan ketika bicara adalah hal yang cukup sopan untuk dilakukan ketika berbicara, terutama mengenai kabar buruk.

5. Tidak perlu mengulang-ulang perkataan

Hindari berbicara terlalu lama dan tidak langsung ke intinya. Berikan apa yang harus lawan bicara Anda tahu dan biarkan dia bertanya seputar masalah ini. Tentu saja Anda harus jujur jika mengetahui jawabannya dan mengatakan tidak tahu apabila memang tidak memahaminya.

Apabila lawan bicara Anda belum paham atau cenderung menolak berita tersebut, Anda harus menghargainya karena tidak semua orang dapat langsung menerima kabar buruk.

 Anda harus menghargainya karena tidak semua orang dapat langsung menerima kabar buruk.

6. Minta bantuan

Strategi lainnya dalam menyampaikan berita buruk adalah membawa teman atau dukungan. Jika memberitahu kabar buruk adalah hal yang cukup berat dan sulit bagi Anda, cobalah untuk membawa seseorang yang bisa mendukung kalian berdua secara moral. Selain itu, Anda bisa juga meminta bantuan kepada ahli tentang masalah yang akan Anda bawa.

Strategi menyampaikan berita buruk sebenarnya mudah jika dibaca, namun sulit ketika dipraktekan. Oleh karena itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan diri. Berterus terang secara terburu-buru terkadang bisa membuat kata-kata sulit dipahami atau menimbulkan salah prasangka.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement