Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisatawan Membeludak, 37 Penjaga Pantai Siaga di Perairan Pangandaran

Wisatawan Membeludak, 37 Penjaga Pantai Siaga di Perairan Pangandaran
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

PANGANDARAN - Obyek wisata di Kabupaten Pangandaran mengalami lonjakan pengunjung, terutama di Pantai Pangandaran. Lonjakan ini terjadi sejak H+1 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Melihat kondisi ini petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) pun siap siaga untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, momen libur lebaran memang sangat berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan. "Alhamdulillah libur hari raya dari tanggal 1 Juni sampai hari ini tingkat kunjungan sangat padat sekali. Di pantai barat, pantai timur, di Krapyak, di Batu Karas, di Green Canyon, penuh sekali," ujarnya, Jumat (7/6/2019).

Jeje menyatakan, membeludaknya wisatawan patut disyukuri, sebab, destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran sempat sepi karena peristiwa tsunami Banten. Dengan meningkatnya kunjugan wisata saat lebaran ini, ia optimis target kunjungan wisatawan yang ditetapkan bisat tercapai.

"Kita menargetkan kurang lebih 5 juta orang. Kalau mleihat sekarang kunjungan karena cuti bersama dan libur sekolah yang panjang, target 5 juta sepertinya akan tercapai," ucapnya.

Menurut Bupati, sebagai upaya penjagaan dan penyelamatan pada libur Lebaran 2019, pengelola Wisata Pangandaran menurunkan 40 penjaga pantai. Mereka akan rutin bekerja secara bergantian. Dari jumlah tersebut, hanya tiga yang ditempatkan di Pantai Batukaras, sementara sisanya di Pantai Pangandaran.

“Para penjaga pantai ini telah ratusan kali melakukan penyelamatan dan telah tersertifikasi. Pelatihan anggota penyelamat ini melibatkan organisasi dunia, yakni International Surf Lifesaving Association (ISLA) dan International Life Saving (ILS) Federation,” tutur Bupati.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement