Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang Berkulit Terang Memiliki Risiko Tinggi Idap Kanker Kulit

Willi Zera Kertangi , Jurnalis-Kamis, 23 Mei 2019 |12:31 WIB
Orang Berkulit Terang Memiliki Risiko Tinggi Idap Kanker Kulit
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Penemuan baru yang dapat menciptakan perbedaan

Penelitian terbaru dapat membuat perbedaan besar dalam mengurangi risiko melanoma pada gadis berambut merah. “Orang dengan rambut merah memiliki varian dalam protein reseptor melanocortin-1, yang menyebabkan warna kulit mereka terang, menurut Dr. Lipner. Studi ini menunjukkan tikus yang diberi sedikit peningkatan palmitoylasi, meningkatkan perlindungan reseptor melanocortin-1, lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan melanoma daripada mereka yang tidak,” jelas Dr. Lipner.

“Penelitian ini menggunakan model tikus, dan perlu kerja lebih banyak sebelum menerapkan temuan pada manusia,” kata Dr. Winner. Plus, melanin alami tubuh saja tidak cukup untuk mencegah kanker kulit bahkan pada orang yang berkulit lebih gelap. Jadi, bahkan jika penelitian ini pada akhirnya berlaku untuk orang, Anda tidak boleh melewatkan SPF.

Faktanya, orang-orang dari semua warna kulit dan rambut masih dapat mengurangi risiko terkena kanker kulit dengan menghindari sinar matahari selama jam-jam sibuk, secara teratur menggunakan tabir surya, menghindari penyamakan kulit, mengenakan pakaian pelindung, dan mengunjungi dokter kulit bersertifikat untuk menyelesaikan masalah.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement