Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cinderella Syndrome, Kondisi yang Mengungkung Perempuan Indonesia

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 25 April 2019 |15:56 WIB
Cinderella Syndrome, Kondisi yang Mengungkung Perempuan Indonesia
Ilustrasi sedih (Foto: Buzzsouh Aficas)
A
A
A

Menurut pandangan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Jawa Barat dan Penggerak Sekoper Cinta, Atalia Praratya Kamil, perkembangan perempuan dari masa ke masa sebetulnya jauh lebih baik. Namun, masih banyak kendala yang dihadapi oleh pemerintah maupun kaum perempuan itu sendiri.

Salah satu kendala yang paling nyata adalah munculnya Cinderella Syndrome yang melanda kaum perempuan Indonesia. Secara harfiah, Cinderella Syndrome adalah sebuah situasi yang membuat mereka (perempuan) merasa terkungkung tidak mau bergerak kemana-mana, apalagi mengembangkan potensi diri. Kondisi ini juga terjadi pada masa R.A. Kartini.

 

“Jadi mereka berpikir bahwa hidup mereka hanya untuk urusan domestik, menunggu laki-laki berkuda untuk melamar dll. Akhirnya, mereka tidak mau keluar dari apa yang biasa mereka lakukan. Ada ketakutan untuk keluar dari zona nyaman dengan level apapun,” tutur Atalia saat ditemui Okezone, di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu 24 April 2019.

Atalia mengatakan, pada masa itu, Cinderella Syndrome hampir terjadi kepada seluruh perempuan Indonesia. Tanpa disadari, kondisi inilah yang kemudian membuat kasus-kasus kekerasan di dalam rumah tangga menjadi hal yang tabu dan dianggap biasa.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement