Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aura Kasih Ngidam Ngemil Beras, Bahaya Atau Tidak bagi Ibu Hamil?

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 18 April 2019 |11:51 WIB
Aura Kasih Ngidam Ngemil Beras, Bahaya Atau Tidak bagi Ibu Hamil?
Aura Kasih ngidam ngemil beras (Foto : @aurakasih/Instagram)
A
A
A

Dijelaskan oleh dokter dari RS Premier Bintaro itu kebiasaan makan beras mentah saat hamil memang tidak membahayakan ibu maupun janin secara langsung. Akan tetapi, hal tersebut kurang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin. Terlebih beras seharusnya dicuci bersih dulu, dimasak, baru bisa dikonsumsi. Selain itu, tidak menutup kemungkinan beras mentah terkontaminasi kuman dari lingkungan sekitar. Hal ini malah bisa menimbulkan penyakit seperti diare.

Akan tetapi, jika makan beras mentah menjadi salah satu ‘jalan’ bagi ibu hamil agar makanan lain bisa masuk ke tubuh, maka itu tak masalah. Tapi ibu hamil harus memerhatikan kebersihan beras. Usahakan untuk mencucinya terlebih dahulu. Selain itu, ibu hamil tetap perlu mengonsumsi makanan lain yang gizinya seimbang agar janin berkembang dengan optimal.

Terlebih lagi pada trimester pertama kehamilan, asupan makanan untuk ibu hamil harus berar-benar diperhatikan. Pada masa itu, pertumbuhan dan perkembangan janin terjadi dengan pesatnya. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan mikronutrien.

Sementara itu, adanya anggapan di masyarakat yang mengatakan jika ibu hamil makan beras mentah maka nanti saat bayinya lahir akan muncul bintik-bintik putih di bagian wajah, menurut Dr Rudiyanti itu hanya mitos. “Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukan adanya korelasinya. Bisa saja hal tersebut terjadi secara kebetulan saja,” tandasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement