
Julie menambahkan, kain tenun merupakan salah satu mata pencaharian penduduk di NTT. Pasalnya menenun tidak memiliki musim layaknya pekerjaan utama lainnya seperti bertani.
Permintaan akan tenun sendiri cukup besar karena kain ini digunakan untuk perayaan suka maupun duka.
"Saya melihat tenun bukan hanya budaya saja tapi juga meningkatkan perekonomian NTT. Sekitar 80 persen penduduk bekerja sebagai petani tapi ada musimnya. Nah menenun ini tanpa musim kalau sekarang penenun menjadikan ini sebagai pekerjaan sambilan," imbuh pemilik butik LeViCo ini.
Julie mengatakan bahwa Dekranasda berusaha membantu para pengrajin tenun untuk bisa berkarya dengan memberikan bantuan modal benang dan upaya pemasaran. Sehingga, kata Julie, pengrajin tak perlu repot-repot untuk menjualnya.