"Artinya Anda mencapai titik puas lebih cepat dalam lingkungan perkotaan daripada di lingkungan yang alami, yang kita ketahui bisa meningkatkan kesehatan mental," katanya.
Tapi lagi-lagi, perbedaan individual ini menjadi relevan. Colin Ellard, seorang profesor ilmu saraf kognitif di University of Waterloo di Kanada mengatakan bahwa meski sebagian orang merasa perkotaan adalah tempat yang menantang, ada sebagian lain yang justru menyenanginya.
Menurutnya, orang-orang yang tinggal di kota justru lebih nyaman dengan liburan di perkotaan, karena penelitian menunjukkan bahwa kita cenderung menyukai rangsangan yang familiar.
Selain itu, kata Ellard, bisa saja penghuni kota merasa stres seperti orang lain tapi mereka tak sadar karena mereka terbiasa dengan stres.
"Saya mengharapkan ada perbedaan demografis dalam titik kepuasan liburan seseorang," katanya. Tapi minimnya penelitian di area ini menyulitkan untuk mengetahuinya secara pasti.
Kenali diri Anda
Kabar baiknya, ada berbagai cara potensial untuk menunda titik kepuasan itu, bahkan saat kita tidak tahu kapan kita mencapainya.Merencanakan tujuan, aktivitas, serta dengan siapa Anda melakukannya bisa menjadi cara untuk mengetahui titik kepuasan itu.
Ondrej Mitas, seorang peneliti emosi di Breda University, meyakini bahwa secara bawah sadar kita mengakomodasi titik kepuasan ini dengan memesan liburan dan aktivitas yang kita yakin akan kita sukai untuk waktu yang kita pilih sendiri.
Itu sebabnya liburan keluarga dan grup, yang mengombinasikan keinginan banyak orang, mungkin punya titik puas yang lebih singkat, karena kita tidak bisa memprioritaskan keinginan pribadi kita, katanya.
Namun, menurut Mitas, otonomi yang hilang itu bisa tergantikan dengan ikatan sosial yang erat dari liburan di grup, yang menurut penelitian merupakan indikasi penting dalam kebahagiaan. Maka titik kepuasan bisa ditunda.
Masalahnya, sebagian besar dari kita mungkin salah menebak tingkat kebahagiaan, kata Mitas, karena penelitian menyimpulkan bahwa kita tak terlalu mampu menebak dampak dari keputusan yang kita ambil.
"Butuh refleksi mendalam, dan mencoba-coba untuk tahu apa yang membuat kita bahagia dan untuk berapa lama, yang merupakan kunci dari menunda atau memperlama tingkat kepuasan liburan."
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.