"Tapi ternyata mereka beli bahannya di Indonesia. Mereka jual di Malaysia dengan harga mahal dan yang beli banyak orang indonesia,” kata Niken.
Menurut perempuan yang pernah bekerja di PT Yamaha Indonesia ini, niqab yang bagus ekslusif dan nyaman masih sedikit. Setelah hunting dan ketemu bahan yang lembut, tidak panas, adem, dan tidak menerawang, Akhirnya ia memutuskan untuk membuat produk merek sendiri.
“Untuk bagian khusus wajah, saya mencari material bahan yang lembut, jatuh, mudah dipakai bernafas, dalam arti tidak pengap dan tentunya juga tidak panas. Bahannya kami pesan di supplier khusus," tukas ibu dari Dhia Dara (13 tahun) dan Alisha (9 tahun).
Niqab tersebut dikerjakan oleh penjahit yang terampil, Niken mengaku bisnis cadar yang dirintisnya ini tidak 100 % hanya membidik keuntungan semata, melainkan lebih mengharapkan ridho Illahi dan keberkahan. Sejauh ini Niken lebih memilih untuk mempromosikan dan menjual produknya lewat pameran atau bazaar. Di pameran atau bazaar tersebut, ia sekaligus memberikan edukasi terkait material produk dan manfaat mengenakan cadar untuk muslimah.
Ia sangat bersyukur edukasi yang diberikannya ternyata banyak membuahkan hasil. ”Pengalaman di pameran, ada yang saat datang ke stand kami belum berniqab, tapi setelah mendengar edukasi dari kami, langsung mencoba memakai niqab, bahkan tidak mau dilepas