“Semua orang kaget ketika aku berbicara bahasa Malaysia, kayaknya hal ini karena aku waktu kecil memang fasih berbahasa Malaysia, tapi aku telah tidak lagi bicara dengan bahasa Melayu selama 19 tahun sebelum kecelakaan itu terjadi. Untungnya ibuku berada di sampingku sehingga ia bisa menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris kepada para dokter, sampai di mana hari kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris ku kembali,” ungkap Fraser, menurut laporan Edinburgh Evening News, seperti dikutip Nextshark, Selasa (2/4/2019).
Menjadi unik, sebab nyatanya bahasa Melayu ini adalah bahasa yang tidak lagi pernah ia gunakan untuk berkomunikasi sejak era 1970’an, tepatnya saat di mana ia telah kembali ke Skotlandia walau memang Fraser tidak asing dengan bahasa Melayu, mengingat sewaktu kecil ia tinggal di Borneo sementara sang Ayah bekerja sebagai pekerja teknik sipil.
Kini, Fraser yang telah berusia 60 tahun disebutkan masih dapat merasakan efek negatif dari kejadian kecelakaan yang ia alami. Mulai dari sakit kepala seperti migrain sampai memory lapses, kehilangan ingatan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.