Mesin tersebut menyerupai gergaji besi dilengkapi celah-celah kosong yang digunakan untuk mengapit pucuk teh sebelum dipotong. Cara kerjanya pun terbilang sederhana. Para petani hanya perlu meletakkan mesin di atas pucuk teh, kemudian mendorongnya hingga bagian atas tanaman terpotong secara sempurna.
Bila dibandingkan dengan cara tradisional atau manual (menggunakan tangan), penggunaan mesin ini tentu jauh lebih efesien karena dapat memangkas waktu panen sehingga proses produksi bisa berjalan dengan cepat.
Melihat unggahan tersebut, sejumlah netizen mengaku terkesima melihat proses panen yang terlihat sangat praktis dan efisien. Namun, tak sedikit pula yang mengatakan bahwa cara ini sebenarnya sudah lama diterapkan oleh sejumlah pabrik teh di Indonesia.
“Tahun 1970an Indonesia sudah mulai penggunaan mesin petik itu sebenernya. Cuman banyak pertimbangannya, mulai dari jarak tanam dll. Yah, kalau bilang kualitas mempengaruhi sebenernya secara teori sih enggak, mungkin lebih banyak dihuman errornya. hehe,” tulis akun @kheandra
“Ini foto mesin pemetik teh di PTPN VIII, Subang. Mz nya kurang jauh mainnya hehe,” tulis akun @okelfa
