
Saat mengalami serangan jantung, Joao sedang berada di dalam mobil dan hendak pergi keluar bersama istri dan anaknya. Tiba-tiba matanya berputar ke belakang dan tangannya mengepal dengan kaku di sekitar kemudi. Kemudian istrinya langsung menyelipkan ponselnya di antara lidah dah atap mulutnya.
Ketika paramedis tiba, mereka mengatakan bahwa Joao menderita serangkan jantung dan langsung membawanya ke Gloucestershire Royal Hospital. Tetapi setelah enam jam ditangani dan upaya CPR pun gagal, dokter memutuskan tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan.
Dokter memberi tahu istri dan anak-anaknya bahwa dia sudah mati, yang kemudian menelepon orang tuanya di Portugal untuk memberi tahu mereka tentang berita sedih itu. Tetapi sementara tubuhnya dipindahkan dari perawatan intensif ke kamar mayat, perawat memperhatikan adanya pergerakan.
