PADA zaman dahulu, orang-orang yakin dengan mengorbankan gadis perawan akan membawa kedamaian untuk mereka. Berbagai cara dilakukan seperti melemparkan para perawan ke laut, mengubur mereka hidup-hidup, atau meninggalkan mereka untuk disantap monster yang lapar.
Pengorbanan gadis perawan dapat dilakukan dengan sejumlah alasan yang memang sudah diterima, seperti untuk memenangkan perang, menenangkan dewa yang marah, atau hanya untuk melindungi sebuah bangunan.
Menurut berbagai penelitian, ritual ini sepertinya diakui secara luas karena banyak budaya mereka yang menunjukkan jejak pengorbanan gadis perawan dalam mitologi dan teks kepercayaan yang dianut.
Baca Juga: Model Seksi Rela Pantatnya Digigit Ronaldo, Intip 5 Posenya yang Menggoda Iman

Melansir ancientorigins, Minggu (17/3/2019), terdapat cerita legenda yang diciptakan oleh penyair Yunani kuno, Homer, yang dimana Agamemnon mengorbankan anaknya sendiri, Iphigeneia, untuk menenangkan Dewi Artemis. Hal tersebut dilakukan dengan alasan agar Dewi Artemis mengizinkan orang-orang Yunani melakukan Perang Troya.
Dalam mitologi Yunani yang lain, pengorbanan gadis perawan itu diawali dengan kisah Ratu Cassiopeia, istri cantik dari Raja Cepheus. Sang Ratu mengatakan kalau anak perempuannya, Andromeda, jauh lebih cantik dibanding 50 Nereids, anak perempuan Nereus dan Doris. Poseiden pun marah mendengar hal itu, karena penguasa laut itu menikah dengan Amphrite, Nereids tertua.
Monster laut itu pun kemudian berniat untuk menghancurkan kota tempat di mana Andromeda tinggal. Usahanya untuk membuat kekacauan tidak berhenti sampai kota itu benar-benar hancur.
Baca Juga: Kisah Anissa, TKI asal Lampung yang Temukan Kebahagiaan Sejatinya di Taiwan
Satu-satunya cara untuk menghentikan kejadian itu adalah, Raja Cepheus harus mengorbankan anaknya, Andromeda, kepadanya. Raja Cepheus tidak bisa melakukan apa-apa dan kemudian mematuhi Poseidon dengan merantai putrinya ke sebuah batu, menjadikannya tumbal, demi menyelamatkan tempatnya tinggal.
berbagai ritual pengorbanan gadis perawan lain yang pernah dilakukan adalah:
Hitobashira ("pilar manusia")
Para gadis dikubur hidup-hidup di pondasi bangunan untuk melindungi bangunan dari bencana atau serangan musuh. Tentu saja, muncul pertanyaan mengapa mereka harus mengorbankan seorang perawan? Namun pertanyaan itu agak sulit dijawab karena tidak adanya bukti yang kuat dengan ritual ini.
Pesta Aztec
Seperti yang dipopulerkan dari film House Bunny, ritual ini adalah pesta di mana gadis perawan dikorbankan dengan berseluncur ke dalam bak besar anggur merah. Dengan cara lain, ritual pengorbanan ini juga dapat dilakukan dengan melakukan tembakan ke perawan yang berpakaian minim.
Mereka yang dikorbankan itu biasanya yang berpenampilan menarik, berpikiran murni, dan kadang-kadang dibesarkan sejak lahir untuk menerima posisi terhormat mereka sebagai pengorbanan gadis perawan. Jika tidak, maka mereka biasanya hanya sekedar perempuan yang ditaksir atau orang penting yang diculik dan dibawa pergi untuk tujuan pengorbanan.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.