“Tidak ada angka tahun yang jelas terkait penamaannya, namun legenda yang berkembang dulu raja-raja Jawa bagian selatan [Solo] sering melintas di Juwangi ketika pergi ke Pantai Utara [Pantura],” ungkap Yagus.
Yagus memperkirakan penamaan itu dilakukan sebelum masa pendudukan Belanda di Jawa. Namun tidak diketahui kapan mitos khasiat air sumur berkembang. “Setelah atau sebelum penamaan juga tidak tahu,” imbuh dia.
Kini sejumlah warga yang mempercayai khasiat air sumur kerap memadati Jalatunda. “Mereka mandi atau mengambil air minum dari sana,” kata Ning.
(Santi Andriani)