Menurut seorang ilmuwan Prancis Etienne Jules Marey, hal tersebut ternyata berkaitan erat dengan alat vestibular di telinga bagian dalam kucing yang bertindak sebagai 'kompas' keseimbangan. Dengan kata lain, hampir dapat dipastikan bahwa binatang mamalia ini selalu tahu ke arah mana ia akan mendarat.
Tidak hanya itu, tulang belakang kucing ternyata juga memainkan peranan penting. Hewan ini diklaim memiliki struktur kerangka yang unik yang terdiri tanpa tulang selangka. Tulang belakangnya pun luar biasa fleksibel karena memiliki sekitar 30 vertebra, sedangkan manusia hanya memiliki 24 vertebra. Tulang inilah yang memungkinkan kucing mengoreksi posisinya saat terjun bebas.
Jika dikaitkan dengan dengan Vans Challenge, mungkin saja desainer brand sepatu ini mengadopsi teknologi yang terinspirasi dari perilaku kucing di atas. Kita tunggu saja pernyataan resmi Steve Van Doren. Demikian dilansir Okezone dari berbagai sumber, Selasa (5/3/2019).
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.