
“Katup yang menyempit ini membuat jantung bekerja lebih keras karena jantung harus memompa darah melalui pintu yang sudah mengecil untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika kondisi ini dibiarkan, akhirnya pasien dapat mengalami gagal jantung.” terang dr. Antono Sutandar, SpJP-K selaku wakil ketua Siloam Heart Institute, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Antono menerangkan, sampai saat ini, obat-obatan hanya dapat meringankan gejala kelainan katup jantung tetapi tidak dapat mengatasi penyebab utamanya.
Ketika kelainan katup jantung semakin parah, obat-obatan tidak dapat meringankan kerja jantung yang semakin berat. Operasi katup jantung akan menjadi pilihan utama untuk mengatasi masalah ini.
Baca Juga: Intervensi Stunting dari Pembatasan Pernikahan Dini, Ampuhkah?