Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rokok Kretek dan Filter, Mana yang Lebih Berbahaya?

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 28 Februari 2019 |16:45 WIB
Rokok Kretek dan Filter, Mana yang Lebih Berbahaya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Jumlah perokok aktif di Indonesia terus bertambah secara signifikan. Sejak tahun 2012 hingga saat ini, jumlahnya diprediksi telah mencapai 60 juta orang. Tren merokok juga telah merambah pada kalangan anak-anak dari usia 10 tahun-14 tahun.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), tingkat merokok di kalangan anak terus meningkat dengan cepat, hingga membuat Indonesia menjadi negara dengan proporsi perokok muda terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Padahal, para ahli medis telah menekankan bahwa kebiasaan merokok dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius, salah satunya kanker. Tidak hanya itu, menurut Dr. dr. Sita Andarini, PhD, SpP(K), Pulmonologist dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kanker yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok itu berbeda-beda, tergantung dari jenis rokok yang diisap.

 Baca Juga: Waspada, Pernikahan Sedarah Bisa Sebabkan Penyakit Langka

“Semua jenis rokok itu berbahaya, tapi kretek lebih berbahaya lagi. Rokok jenis ini diberi spice atau cengkeh yang mengandung minyak atsiri. Kandungan di dalam minyak inilah yang dapat memicu timbulnya sel kanker jika dihisap secara terus-menerus,” ujar Dr. dr. Sita Andarini, di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Lebih lanjut, Sita menjelaskan, kanker yang disebabkan oleh rokok kretek meliputi kanker mulut hingga rongga besar. Sementara untuk rokok filter sendiri, cenderung menyasar sistem darah perifer sehingga bisa memicu kanker adenokarsinoma.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement