Seni adalah sebuah kata yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Sebagian orang mencurahkan perasaan dirinya dengan menuangkannya ke dalam sebuah karya seni. Tentunya setiap karya seni memiliki keindahan dan makna yang tersirat di dalamnya.
Perasaan inilah yang digunakan oleh Sasya Tranggono untuk menghasilkan beraneka karya tingkat tinggi yang memiliki nilai seni dan daya tarik tersendiri di dalamnya. Sasya sendiri sudah lama bergelut di dunia seni, selama tiga dekade Ia telah mencurahkan perasaannya menjadi puluhan karya yang mengusung tema “Cinta untuk Indonesia”.
Sasya pun menggelar pameran tunggal untuk memperlihatkan seluruh jerih payahnya selama 30 tahun berkarya. Pameran ini digelar di Gedung D Galeri Nasional Indonesia. Karya seni yang ditampilkan Sasya dilukiskan dengan simbol wayang, kupu-kupu dan bunga.
Terdapat tiga ruangan yang berisi aneka karya seni berbeda. Pada ruangan paling kanan, Sasya memamerkan ikon khas Indonesia yakni aneka wayang yang dibalut dengan motif batik. Dari beberapa lukisan wayang yang paling menarik adalah Last Supper #5.

Lukisan ini mengambil tema Perjamuan terakhir, hanya saja semua anggotanya berupa wayang khas Indonesia dengan berbagai macam bentuk pakaian batik. Lukisan ini sebenarnya memiliki lima seri yang dua diantaranya dipajang di negara Eropa.