Mereka langsung bekerja di berbagai unit pada RS umum dan khusus, RS pemerintah dan swasta, sekolah khusus, klinik, konsultan okupasi, serta praktik dokter spesialis. Alumnus juga disiapkan peluang untuk bekerja di berbagai rumah sakit luar negeri.

Gunawan menjamin letak keunggulan OT Vokasi UI terletak di segi penyelenggaraan pendidikan. Hal tersebut sesuai dengan kemajuan teknologi terbaru serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja di tingkat Asia Tenggara yang menuntut penguasaan teknologi industri 4.0. Dia meyakini, komitmen jurusan untuk mengembangkan kurikulum perkuliahan yang aplikatif di dunia kerja menjadi sebuah keniscayaan agar kaum milenial optimistis.
Sektor pendidikan dan kesehatan saat ini memang menjadi salah satu fokus UI untuk dikembangkan. Pemenuhan fasilitas layanan kesehatan yang layak, inklusif, adil dan merata digabungkan dengan lembaga pendidikan sebagai sumber ilmu yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran jurusan-jurusan kesehatan seperti OT disempurnakan dengan Rumah Sakit UI.
Kepala Humas dan Kantor Informasi Publik UI Dr. Rifelly Dewi Astuti, SE, MM mengamini, UI sangat menyadari bahwa rumah sakit pendidikan merupakan fasilitas yang sangat krusial dalam pendidikan kedokteran maupun ilmu kesehatan lainnya. Demi akses pendidikan, kesempatan kerja serta fasilitas yang berkeadilan luas.
“Mahasiswa dapat langsung terjun untuk mendapatkan pengalaman dalam menangani berbagai macam penyakit. Untuk itu, diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat melainkan juga dapat menjadi sarana untuk mewujudkan pendidikan interprofesional. Sekaligus pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, komunitas, dan masyarakat secara efisien, berkesinambungan, berbasis bukti, serta mengikuti perkembangan zaman,” terang Rifelly.
Kesempatan Terbuka, Karier pun Cemerlang
Komitmen UI untuk mewujudkan ekosistem berkeadilan dan inklusif seiring dengan motivasi masing-masing individu memilih kuliah di kampus yang terletak di Depok, Jawa Barat dan Salemba, Jakarta Pusat ini. Cepat bekerja, menambah jejaring memang menjadi sebuah daya tarik bagi sekira 400.000 alumnusnya. Seperti Nani Indriana (32 tahun) yang memutar kembali kisahnya di Kampus Jaket Kuning tersebut.