Lantas, bagaimana meminimalisir perasaan negatif ini?
Psikolog Ajeng menjelaskan, Anda harus tahu dulu self konsep Anda dan pasangan seperti apa dalam keluarga. Jadi, setiap orangtua harus punya konsep sendiri-sendiri dan ini yang akan membentengi Anda dari beban tuntutan yang diciptakan lingkungan sosial. "Karena konsep menjadi orangtua hebat mereka dengan keluarga Anda berbada," tegasnya.
Contoh kasus sederhananya adalah saat Anda melihat bahwa orangtua lain memasukan anaknya ke sekolah A. Nah, Anda jangan kemudian merasa berhasil sebagai orangtua jika Anda bisa memasukan anak Anda ke sekolah A. "Sekali pun Anda tidak bisa memasukan ke kecil ke sekolah A, Anda tidak gagal menjadi orangtua. Ini harus dipercaya dan diyakini oleh semua orangtua," tambahnya.

Psikolog Ajeng menegaskan bahwa orangtua yang hebat itu adalah mereka yang punya patokan masing-masing dalam membesarkan anaknya. Ini bisa muncul karena kesadaran dari istri mau pun suami dalam keluarga.
"Dalam benak orangtua harus ada ini; saya sanggupnya apa, kekuatan saya apa, dan tantangan saya di bidang apa supaya bisa menjadi orangtua yang baik untuk si kecil. Kalau ini sudah diketahui, pasti persepsi negatif tentang makna orangtua hebat tidak muncul lagi dan Anda tidak membandingkan keluarga Anda dengan keluarga lainnya," ujarnya lantas tersenyum.
(Martin Bagya Kertiyasa)