Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahaya Bila Diabetesi Tak Simpan Alat Tes Gula Darah di Rumah

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 21 Januari 2019 |20:00 WIB
Bahaya Bila Diabetesi Tak Simpan Alat Tes Gula Darah di Rumah
Cek gula darah sendiri di rumah (Foto: Diabeticlifestyle)
A
A
A

Karena saat ini setiap orang rentan mengalami diabetes, maka penting sekali jika Anda memiliki alat pengukur kadar gula darah. Namun catatannya, alat ini bukan untuk mendiagnosa langsung penyakitnya ya!

Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ke tujuh di dunia untuk jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia bersama dengan China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko. Di Indonesia sendiri diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga. Sekira 2/3 orang dengan diabetes di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes.

Ahli Diabetes Prof Dr dr Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FINA, mengatakan, karena gaya hidup yang mulai berantakan di zaman ini, tak menutup kemungkinan seseorang menderita diabetes. Penyakit ini sayangnya tak bisa disembuhkan, tapi pasiennya sekedar dapat pengobatan.

"Tes kadar gula darah penting sekali. Kalau orang dibilang diabetes, kalau gula darah puasa di atas 125 mg/dL. Kalau 100 mg/dL itu riwayatnya hati-hati dan di bawah itu baru normal," ucapnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

gula darah

Ditambahkannya, memiliki alat tes gula darah itu tak cuma bermanfaat buat para penderita diabetes. Setiap orang yang punya riwayat penyakit tersebut dari keluarga pun harus rajin-rajin cek gula darah.

Business Unit Head PT Enseval Medika Prima anak usaha Kalbe Farma Dicky Mulyono mengatakan, adanya alat tes kadar gula darah di rumah adalah untuk memudahkan siapa saja mengecek secara rutin. Menariknya, cuma dengan 5 detik, Anda bisa langsung dapat hasil tes yang akurat.

"Yang penting dari alat ini bukan untuk diagnosis langsung, tapi hanya mengukur kadar gula darah. Alatnya bisa diatur dengan rentang rendah dan tingginya, sesuai kebutuhan," tambah dia.

Selain itu, pasien diabetes bisa membaik kalau menjalani pengobatan, seperti suntik insulin. Kemudian, gaya hidupnya juga mesti dikontrol setiap hari.

"Kalau sudah kena diabetes, orang enggak bisa sembuh. Hanya bisa suntik insulin dan kontrol makanan, serta aktivitas fisik biar hidupnya berkualitas," pungkas Prof Sidartawan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement