HARI ini fenomena supermoon terjadi di Indonesia. Di beberapa negara, malam ini juga akan terjadi Super Blood Wolf Moon. Selintas namanya sedikit menyeramkan karena membawa nama blood dan wolf di dalamnya.
Fenomena langka ini tentunya sangat menarik, pasalnya bulan akan mengeluarkan warna kemerahan seperti darah. Sayangnya Super Blood Wolf Moon ini hanya bisa disaksikan di beberapa negara saja. Namun, tahukah Anda bahwa fenomena yang menyangkut dengan bulan ini memiliki pengaruh terhadap hewan yang ada di bumi?
Ya, sebagian hewan sensitif terhadap pergerakan bulan. Mereka akan menghasilkan perilaku yang tidak biasa pada saat bulan sedang memasuki kondisi tidak wajar. Melansir dari Live Science, Senin (21/1/2019), Okezone akan membahas mengenai enam hewan yang dipengaruhi oleh kondisi bulan.
Baca Juga: 5 Mitos Tentang Supermoon yang Bikin Dahi Berkerut
1. Musang Eropa

Hewan ini memiliki kebiasaan mengangkat kaki ketika buang air kecil selama bulan sabit. Para peneliti menilai langkah ini dilakukan untuk menandai setiap wilayah sebelum bersiap untuk kawin. Mereka menganggap saat bulan sabit datang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk kawin.
Kegelapan yang meningkat akan memberikan perlindungan bagi pasangan yang sedang kawin dari pemangsa yang mengintai. Sepasang musang membutuhkan waktu sekira 90 menit untuk satu kali kawin.
2. Terumbu karang

Pada malam terang bulan setiap Desember, karang di lepas pantai Australia menyinkronkan pelepasan telur dan sperma yang paling masif. Para peneliti menemukan bahwa tingkat cahaya bulan tampaknya memainkan peran utama, sehingga perubahan perilaku karang ini selalu terjadi saat mendekati bulan purnama.
Baca Juga: Saat Supermoon Berlangsung, Umat Islam Diimbau Baca Doa Ini
3. Hewan peliharaan

Kucing dan anjing menjadi hewan yang kerap mendapat dampak dari fenomena bulan. Hewan-hewan ini lebih sering mengalami luka pada saat bulan purnama. Suatu penelitian menemukan peningkatan 23 persen kucing dan 28 persen anjing dilarikan ke rumah sakit saat bulan purnama.
Hingga saat ini mereka belum dapat menentukan mengapa perilaku para hewan peliharaan menjadi lebih berbahaya selama waktu tersebut. Diperkirakan hewan-hewan ini menghabiskan lebih banyak waktu untuk berada di luar pada saat bulan purnama.
4. Doodlebugs

Doodlebugs adalag larva serangga mirip capung yang disebut dengan antlions. Mereka biasanya berlarian di sekitar pasir untuk menangkap mangsa dan meninggalkan banyak jejak di jalur perangkapnya.
Doodlebugs menggali jebakan baru setiap harinya dan peneliti menemukan bahwa lubang tersebut bertambah besar selama bulan purnama. Diperkirakan hal ini dilakukan karena beberapa serangga yang menjadi mangsanya juga menjadi lebih aktif saat bulan purnama.
Baca Juga: 5 Potret Traveling Seru Son Ye Jin, yang Dirumorkan Jadi Kekasih Hyun Bin
5. Singa
Menurut penelitian singa mengonsumsi lebih sedikit makanan selama bulan purnama, diperkirakan karena mangsa-mangsa mereka menjadi kurang aktif pada periode ini. Untuk menebus rasa lapar pada malam hari, singa menjadi lebih ganas dalam berburu pada siang hari.
Studi lain menemukan bahwa singa AFrika cenderung menyerang dan membunuh manusia pada hari-hari setelah bulan purnama. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh kesenjangan dalam kegelapan antara matahari terbenam pada hari-hari setelah bulan purnama.
6. Kalajengking

Sinar UV bulan bereaksi dengan protein dalam kalajengking yang membuatnya bersinar dalam gelap. Mereka cenderung lebih aktif selama bulan sabit dan mencari perlindungan selama siklus bulan lainnya. Diprediksi mangsa lebih tersedia selama malam yang lebih gelap, namun ketika mangsa semakin dikit ketika bulan purnama, kalajengking lebih memilih untuk bersembunyi.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.