
Dia menyebut, jika ada sebuah perilaku yang seolah tampak sama, dapat dilandasi oleh alasan atau niat yang sangat berbeda antara satu individu dengan yang lainnya.
Tapi pastinya, jika ditelusuri lebih mendalam, selalu ada dinamika kompleks di balik perilaku-perilaku yang tampak di permukaan. Pada beberapa kasus serupa, yang terkait dengan prostitusi, seolah pelaku menginginkannya sendiri.
"Padahal di kehidupannya ada sejarah panjang di masa lalu-nya. Misalnya pernah menjadi survivor dari pelecehan atau kekerasan seksual , penelantaran oleh orangtua, kekerasan verbal emosional dan banyak bentuk-bentuk peristiwa traumatis lainnya di masa kanak-kanak dan remaja," beber Mellisa Grace.
Kemudian, pengalaman tersebut meninggalkan luka dalam diri seseorang yang terjerumus di dunia prostitusi. Walau tidak semua kasus dapat digeneralisasikan, namun diyakini selalu ada dinamika panjang dan kompleks.