Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 79 tahun, cara paling mudah untuk bahagia adalah berhubungan dengan orang lain. Namun perlu diingat, dalam setiap relasi atau hubungan, konflik tidak dapat dihindari. Ada masanya antara satu orang dengan orang lainnya memiliki pemikiran maupun pendapat yang tidak sama.
Perbedaan itulah yang dapat menimbulkan perselisihan. Untuk menyelesaikannya dibutuhkan komunikasi di antara kedua belah pihak. Tapi terkadang orang sulit memulai percakapan secara baik-baik dengan orang lain ketika menemukan perbedaan. Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, M.Hum., CPR., mengungkapkan cara sederhana untuk meredakan konflik yaitu melalui makanan dan minuman.
"Makanan atau minuman itu menarik, disebut jembatan karena ketika dikonsumsi mau tidak mau ada jeda untuk tidak berbicara. Saat itulah ada waktu untuk mendengarkan. Jadi kalau menemukan situasi ribut dengan pasangan segera suguhkan makanan atau minuman karena di saat itu dirinya akan terdiam, di momen itu kita dapat masuk memberikan pendapat," ungkap Devie saat ditemui Okezone dalam acara konferensi media "Mari Bicara" yang diadakan oleh SariWangi, Selasa (15/1/2019) di Jakarta.
Devie menjelaskan, ketika seseorang terlibat perselisihan dengan orang lain dan tidak ingin suasana semakin panas, maka dirinya harus merendah. Terlebih apabila lawan bicara dalam kondisi meninggi. Merendah di sini maksudnya bukan berarti kalah
"Kita yang juga emosi melihat orang lain di hadapan pasti juga enggak mau ngalah, kalau ngomong pasti sulit mengendalikan diri, nada pasti tinggi, dan sebagainya. Saat emosi setiap orang merasa dirinya benar. Makanya dalam konflik perlu penengah," jelas Devie.
